Author: EFW Indonesia

Seni dan Budaya Daerah Tertinggal Akan Dikembangkan sebagai Modal Pembangunan

Seni dan Budaya Daerah Tertinggal Akan Dikembangkan sebagai Modal Pembangunan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), fokus mengangkat pengembangan seni dan budaya daerah tertinggal sebagai modal pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing, yang dalam satu dekade ini aktif mengangkat kekayaan dan tradisi lokal.

Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lesatkan Pengembangan Seni, Budaya, Dan Konservasi Lingkungan

Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lesatkan Pengembangan Seni, Budaya, Dan Konservasi Lingkungan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) fokus mengangkat pengembangan seni dan budaya daerah tertinggal sebagai modal pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing, yang dalam satu dekade ini aktif mengangkat kekayaan dan tradisi lokal.

Kenalkan Karya Seni dan Budaya Desa Tertinggal, Kemendes PDTT Akan Gelar EFWI

Kenalkan Karya Seni dan Budaya Desa Tertinggal, Kemendes PDTT Akan Gelar EFWI

Berbagai upaya dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) mengangkat pengembangan seni dan budaya daerah tertinggal sebagai modal pembangunan. Salah satunya, melalui inisiasi kerja sama dengan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing, yang dalam satu dekade ini aktif mengangkat kekayaan dan tradisi lokal.

Eva Danev

Eva Danev

Tema:

Blossom

Blossom

Ready to wear organic cotton with embroidery.  Inspired from Bandung the flower city

Eco fashion Danev’s adalah fashion brand yang mengusung konsep ramah lingkungan.  Tema koleksi ready to wear Blossom menggunakan organik cotton/tencel, dipadukan dengan emboidery menjadikan tampilan yang tidak hanya terlihat cantik nan elegan tapi juga sangat nyaman dikenakan.

Nadia Gitta Listyani, NaGitta

Nadia Gitta Listyani, NaGitta

Graduate of Textile and Craft Faculty of Art and Design Bandung Institute of Technology (ITB).

Abstract

NaGitta focus on the concept of back to nature in textile coloring techniques by using natural ingredients of chrysanthemum on silk fabrics to produce fashion products that are enviromentally friendly.

Exploration on Chrysant (Chrysanthemum) Utilization as Natural Dyes on Silk Painting Techniques” features the uniqueness of the textile processing technique silk painting, which uses the extract of chrysant as the dye.  Besides researching the possibility of an alternative usage of chrysant as a natural dye on textiles.

Through this project, it’s expected that aesthetic works with high craftsmanship values are created to bring new uniqueness and originality in the field of craft and art.

Textile

Dyeing technique with chrysanthemum waste uses the tie-dye technique and is given a touch of colour from the wood as well as lndigofiera growth produces aesthetic works that are high value, unique, and different in various shades and colours.

Work

Appreciates the natural wealth owned by many regions in Indonesia to infuse into every area of utilization of textile waste into works.

Limited knowledge towards the value of natural dye along with the lack of concern and admiration towards Indonesia’s nature makes us prefer to choose synthetic dyes.  Through this work, the owner of NaGitta hopes to draw people’s interest and concern on the usage of natural dye by developing potential materials as bases of natural dyes.

lnstagram: nagittalistyani
e-mail: nagittalistyani@gmail.com
website: nagitta.com