Background

Indonesia, a  tropical country with  34 provinces and more than 18,000 islands separated by water, with approximately 10,000 ethnicities and traditions, comes with the knowledge hidden in the richness of unique traditional textile, art and craft practices.

Indonesia owns the biggest water resources in the Asia Pacific region.  About 21% of the water resources in Asia Pacific are located in Indonesia.  This amount is equivalent to 6% of water resources around the world.

Indonesians call their homeland “tanah air” which literally means “water (air) land (tanah)”.

The availability of water in Indonesia helps the production of textiles and supports the domestic garment industry.  The intimate relation between water and the the textile industry in the past is reflected on the way Indonesian have named their rivers.

The name Citarum River, for example, comes from fabric natural dyes called “Tarum” commonly known as “Indigo”.  Ci (river) Tarum (indigo).

***

Indonesia, sebuah negara yang terdiri dari 34 provinsi dan lebih dari 18.000 pulau yang terpisah satu sama lain dengan air, memiliki kurang lebih 10.000 etnis dan kebudayaan, membawa pengetahuan yang tersimpan dalam kekayaan pembuatan tekstil, kerajinan, dan hasil seni tradisional dengan keunikan setiap etnis.

Indonesia memiliki sumber air terbesar di Asia Pasifik.  Sekitar 21% sumber air di Asia Pasifik berada di Indonesia.  Angka ini sama dengan 6% dari seluruh sumber air di dunia.

Orang-orang Indonesia menyebut negaranya “tanah air”.

Ketersediaan air di Indonesia merupakan komponen utama yang mendukung industri garmen domestik.  Hubungan yang sangat erat antara air dan industri tekstil sejak zaman nenek moyang terbukti dalam cara penamaan sungai-sungai di Indonesia.

Salah satunya sebagai contoh adalah Sungai Citarum, dimana Tarum memiliki arti pewarnaan alam dan Ci memiliki arti sungai.