Conclusion

Both background stated before, has made Indonesia a country with the potential to become one of the biggest slow fashion producers in the world.

But, with all the facts and case studies, it is clear that the lack of knowledge of the local communities, has made realize that tradition alone will not be enough to hold the future.

Thus, we MUST RE-DESIGN THE CURRENT UNSUSTAINABLE PRACTICES IN SOCIETY, including the fashion industry.  This change, if achieved, is likely to result in a gradual return to equilibrium, where societal behavior is not in conflict with natural resources, and the fashion industry can carry on without compromising the health of the people and our planet.

***

Dua latar belakang seperti yang telah disebutkan sebelumnya, telah menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki potensi untuk menjadi salah satu produser “slow fashion” terbesar di dunia.

Namun, dengan segala fakta dan studi kasus yang ada, sangat jelas menyadarkan kita bahwa kurangnya pengetahuan dari komunitas lokal Indonesia, membuat tradisi itu sendiri tidak cukup untuk membentuk masa depan bangsa.

Maka, kita HARUS MENDESAIN ULANG PRAKTIK-PRAKTIK YANG TIDAK BERKELANJUTAN DI MASYARAKAT, termasuk industri fesyen.  Perubahan ini, jika dicapai, kemungkinan akan menghasilkan kembalinya keseimbangan secara bertahap, di mana perilaku masyarakat tidak bertentangan dengan sumber daya alam, dan industri fesyen dapat terus berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat dan planet kita.